Rabu, 23 Juli 2014
I Still Love You (Chapter 3)
Titlle : I Stil Love You
Author : Cho ErnGyu
Genre : Sad,Hurt –gagal semua –
Rating : PG-15
MC : Kim Myung Soo
Bae Suzy
OC : Baca aja nanti juga tau *lhoh
Warning: typo tersebar di mana – mana, alur kecepetan, cerita gak karuan, gaje gaje gaje story dan filed feel --v
Prolog :
Tak apa jika kau acuh padaku, sungguh aku tak apa dengan itu
Asalkan kau masih bisa ku lihat dan tak menjauh dariku, aku masih tetap bisa bertahan di sampingmu
Kumohon tetap disini dan jangan pergi, tapi jika itu tak mungkin, biarkan saja aku yang pergi menjauh darimu
Tapi kau harus tau satu hal, 'I Still Love You'
Selamanya akan seperti itu, tak ada yang bisa merubah perasaanku padamu
Saranghae – Bae Suzy.
Happy Reading….
Sebelumnya.......
“Hakyeon Oppa?” sapa Suzy saat sampai di pintu gerbang.
“Ah kau sudah pulang? Mau pulang bersama denganku lagi?” tawar Hakyeon
Suzy terdiam sebentar –sedikit – mempertimbangkan tawaran sunbaenya itu. Perasaannya dominan untuk menolak ajakan itu, tapi ntah kenapa dia merasa tidak enak untuk menolaknya.
“Boleh Oppa” jawabnya setelah beberapa saat berfikir dan mempertimbangkan jawabannya.
“Kajja” kata Hakyeon sambil tersenyum kemudian berjalan selangkah mendahului Suzy.
“Eoh..??” Baru Suzy melangkahkan kakinya tiba – tiba saja ada seseorang yang menahan lengannya, membuat Suzy menghentikan langkahnya dan menoleh pada orang itu begitu juga Hakyeon yang berjalan di depannya.
Selanjutnya…..
“Waeyo Suzy-ah? Kau mengenalnya?” tanya Hakyeon menghampiri Suzy, sedangkan yang di tanya hanya terdiam sambil menatap orang yang masih memegang tangannya dan semakin lama semakin erat membuat Suzy sedikit meringis kesakitan menahannya. Kemudian tanpa persetujuan, orang itu langsung menarik dan membawa Suzy pergi.
“Yak! Tunggu, apa yang ingin kau lakukan padanya?” tanya Hakyeon karna dia melihat raut muka Suzy berubah, seperti ketakutan saat melihat orang itu. Seketika mereka menghentikan langkahnya.
“Bukan urusanmu” jawab orang itu pelan tapi terkesan datar dan dingin, membuat Hakyeon diam dan hanya menatap mereka yang semakin menjauh.
~~~0~~~
“Op. .pa appo” kata Suzy menahan sakit di tangannya. Tapi orang yang dari tadi menariknya tak memperdulikan perkataan Suzy tadi.
“M. . Myungsoo Oppa” panggilnya takut/?. Setelah sampai di taman belakang sekolah Myungsoo melepaskan genggamannya – sedikit – kasar kemudian berbalik menghadap Suzy, sedangkan orang yang berada di depannya hanya menundukkan kepala takut menatap Myungsoo.
“Ya! Bae Suzy apa yang sebenarnya kau mau hah! Tak sadarkah kau sudah mempunyai namja?! Aku memang tak pernah mengajakmu pergi, tapi apa pantas seorang yeoja yang sudah memiliki namja pergi bersama dengan namja lain?” ucap Myungsoo dengan penuh emosi (sengaja gak pake caps lock). Suzy tak menjawab pertanyaan Myungsoo, hatinya terlalu sakit mendengar perkataan yang keluar dari mulut Myungsoo barusan, dia masih menundukkan kepalanya takut untuk sekedar menatap Myungsoo.
“Cih!! Apa kau hanya bisa diam, menundukkan kepala seperti itu tanpa bisa berbicara sepatah katapun?” bentak Myungsoo. Emosi yang dari kemarin Ia pendam akhirnya keluar juga, bahkan saking emosinya sampai dia tak menyadari jika perkataannya barusan sangatlah menyakiti hati Suzy.
“Mi. . Mianhae Oppa, jeongmal mianhae” jawab Suzy dengan suara yang sedikit bergetar. Air mata sudah membasahi paras cantiknya, tapi Myungsoo tidak menyadari itu karena sejak tadi Suzy terus menenggelamkan wajahnya.
“Apa kau hanya mampu mengatakan itu? Kau benar – benar membuatku kesal Bae Suzy” kata Myungsoo kemudian beranjak pergi meninggalkan Suzy sendiri.
Author pov end
Myungsoo pov
Saat bel pulang sekolah berbunyi aku segera memasukkan semua buku ke dalam tas, ntah kenapa aku ingin segera pulang dan menenangkan diri. Ya memang akhir – akhir ini emosiku tak terkendali, apalagi saat melihat Suzy bersama seorang namja yang tak ku kenal yang jelas dari seragamnya dia dari sekolah lain.
“Myungsoo-ah, apa kau sibuk? Temani aku ke toko buku lagi ne?” ucap Nayoung yang ntah sejak kapan sudah duduk di bangku depanku. Ku lirik jam yang melingkar di tangan sekilas.
“Mianhae Nayoung-ah, aku ada urusan mendadak.” Jawabku bohong. Kulihat dia menautkan kedua alisnya sebelum akhirnya menjawab.
“Kau tidak sedang marah padaku kan? Kenapa nada bicaramu terkesan dingin” tanya Nayoung menyelidik.
“Aniya, sungguh aku ada urusan Nayoung-ah, bagaimana kalau Sunggyu atau yang lain untuk menemanimu nanti aku yang bilang ke mereka” tawarku, sungguh moodku sedang tidak bagus hari ini dan sialnya Nayoung selalu tau perubahanku itu -_-“.
“Baiklah aku percaya, kalau begitu aku pergi dulu. Annyeong~” pamitnya sambil melangkah keluar kelas. Setelah Nayoung pergi segera ku ambil tas dan beranjak pulang.
Saat baru keluar dari parkiran, tak jauh dari gerbang sekolah kulihat Suzy sedang berbincang dengan namja yang kemarin. Dengan kesal segera kuhampiri mereka dan menarik lengan Suzy.
“Eoh??” seketika Suzy berhenti dan menengok ke arahku, kulihat wajahnya begitu tegang saat tau jika yang menahan tangannya adalah aku. Kulirik sekilas pada namja yang bersama Suzy tadi juga berhenti.
“Waeyo Suzy-ah? Kau mengenalnya?” tanya namja itu pada Suzy, tapi kulihat Suzy tak menjawab malah diam, jadi aku segera menariknya pergi. Tapi tiba – tiba namja itu mencegah saat aku menarik Suzy menjauh.
“Yak! Tunggu, apa yang ingin kau lakukan padanya?” protesnya. Cih! Memang apa urusannya dengan dia, toh aku menarik Yeojaku sendiri/?.
“Bukan urusanmu” jawabku singkat kemudian membawa Suzy ke taman belakang dan meluapkan semua emosiku di sana.
Myungsoo pov
Author pov
Suzy masik terisak di taman belakang sekolah, semenjak Myungsoo meninggalkannya tadi dia belum beranjak sedikitpun dari sana. Sedangkan di tempat lain ternyata Hakyeon masih menunggu Suzy di dekat halte, sengaja dia tak menunggu di depan gerbang lagi karena dia tau resiko apa yang di dapatnya jika dia kembali bertemu dengan namja yang membawa Suzy tadi.
Hakyeon masih terus menatap Kirin Art High School dari halte, dia melihat seorang keluar dari sana menggunakan sepeda motor dengan kecepatan yang cukup tinggi.
“Eh? Bukankan itu seperti namja yang bersama Suzy tadi? Tapi kenapa dia pulang sendiri?” gumam Hakyeon, dia heran kenapa namja itu tidak pulang sekalian bersama dengan Suzy? Dan kalau dia pulang sendiri berarti Suzy masih di dalam sekolah kan? Pikirnya. Hakyeon terus menunggu Suzy di halte dengan perasaan yang tidak karuan, dan untunglah tak berselang lama setelah namja itu –Myungsoo – keluar, Suzy juga ikut keluar dari sekolah menuju halte. Suzy terkejut saat mengetahui Hakyeon masih berada di halte, dia pikir Hakyeon sudah pulang dari tadi.
“O.. Oppa masih di sini?” tanya Suzy kaget saat melihat Hakyeon.
“Ne, aku sengaja menunggumu di sini. Gwaenchana? Mianhae sepertinya karnaku kau jadi bertengkar dengannya” kata Hakyeon khawatir sekaligus menyesal, karna dia melihat mata Suzy yang –sedikit – sembab, dia yakin Suzy habis menangis tadi.
“Gwaenchana Oppa, kajja bisnya sudah datang” jawab Suzy mencoba tersenyum, kemudian naik ke dalam bis di ikuti Hakyeon di belakangnya. Hakyeon tau jika Suzy sedang berbohong tapi dia hanya berpura – pura mempercayai semua perkataan Suzy.
‘Mianhae Suzy-ah, mungkin aku memang harus melepaskan perasaanku padamu mulai sekarang’ ucap Hakyeon dalam hati.
~~~0~~~
@Apart Myungsoo
“Leo-ya, Sungjong-ah apa Myungsoo sudah pulang?” tanya namja bermata sipit itu saat sampai di apart mereka.
“Sudah dari tadi hyung, memangnya kenapa?” tanya Sungjong
“Sekarang dia dimana?” bukannya menjawab pertanyaan Sungjong barusan dia malah bertanya lagi --a
“Dikamarnya, sebenarnya ada apa Sunggyu?” tanya Leo penasaran.
“Tadi saat aku pulang bersama dengan Nayoung aku melihat Myungsoo menarik tangan Suzy saat dia mau pulang bersama temannya kurasa” jawabnya kemudian beranjak ke kamar Myungsoo. Sunggyu masuk ke kamar Myungsoo tanpa mengetuk pintunya dulu membuat sang pemilik kamar –sedikit – terkejut saat dia tengah asik bermain game di ponselnya.
“Hyung, bisakah kau mengetuk kamar dulu sebelum masuk?” protes Myungsoo.
“Kau, baru saja mertengkar dengan Suzy bukan?” tuduh Sunggyu pada Myungsoo
“H.. Hyung, bagai mana kau bisa tau?” tanya Myungsoo heran, setau dia saat pulang tadi Sunggyu pulang terlebih dulu dari dia. Dari mana Sunggyu tau kalau dia bertengkar dengan Suzy? Apa Suzy yang bilang? Tapi sepertinya itu tidak mungkin pikirnya.
“Kau tak perlu tau aku mengetahui itu dari mana, berhentilah menyakiti Suzy dengan sikapmu itu Kim Myungsoo!” kata Sunggyu dengan penuh penekanan disetiap kata – katanya.
“Lalu saat kau melihat yeojamu sedang bersama namja lain apa kau akan diam saja Hyung?” jawab Myungsoo emosi
“Ahh jadi kau tidak terima jika Suzy sedang bersama namja lain? Lalu apa kau juga memikirkan bagaimana perasaan Suzy saat melihatmu bersama dengan Nayoung atau teman yeojamu yang lain hah?!” bentak Sunggyu meluapkan semua emosinya, dia berharap dengan begitu Myungsoo bisa sedikit merubah sikapnya, tapi….
“Ini tidak ada sangkut pautnya dengan Nayoung atau yang lainnya Hyung, berhentilah ikut campur dalam hubunganku dengan Suzy” kata Myungsoo menatap tajam Sunggyu.
“Karna kau terlihat lebih perhatian kepada Nayoung dibanding ke Suzy yang jelas – jelas yeojachingumu sendiri” cletuk Leo dan langsung mendapatkan date glare dari Myungsoo.
“Myungsoo-ya, setidaknya bersikaplah sedikit baik kepada Suzy tak taukah kau setiap kali dia melewati kelas kita atau berpapasan dia selalu saja menundukkan kepalanya, bahkan dia selalu menolak jika kita mengajaknya kesini lagi” kali ini Woohyun yang berbicara tapi lebih –sedikit – lembut dibandingkan Sunggyu dan Leo barusan.
“Pahami apa yang baru saja mereka katakan L, bagaimana jika kau yang berada di posisi Suzy sekarang. Kau pasti tau bagaimana rasanya di abaikan oleh orang yang sangat kau cintai” kali ini Sungjong yang menasehati sambil menepuk pelan bahu Myungsoo tapi dengan segera di tepis oleh sang empunya.
“Bisakah kalian keluar dari kamarku sekarang? Aku sudah cukup lelah hari ini” kata Myungsoo datar.
“Kau mengusir kami? Ya! Bersikaplah sedikit dewasa Kim Myungsoo” kata Sunggyu lagi
“Hyung, sudahlah biarkan dia sendiri dulu” kata Woohyun berusaha menenangkan Sunggyu agar pertengkaran diantara mereka berdua tidak berlanjut. Setelah itu mereka berempat keluar dari kamar Myungsoo.
~~~0~~~
@Suzy’s House
Suzy sedang menikmati sarapannya sendiri di ruang makan, tapi sepertinya dia tidak sedang benar – benar sarapan karena dari tadi dia hanya mengaduk – aduk makanan yang ada di depannya itu tanpa melahapnya sedikitpun. Pikirannya masih terbayang perkataan Myungsoo kemarin saat di taman belakang, seharusnya dia memang tidak bersama dengan Hakyeon kemarin jadi dia pikir pantas saja jika Myungsoo sampai marah padanya.
Bunyi ponselnya segera menyadarkan Suzy daari lamunannya tentang Myungsoo, Suzy segera mengambil ponselnya yang dia letakan di meja. Setelah mengetahui siapa yang menelfonnya dia segera menekan tombol hijau pada ponselnya.
‘Yeoboseo Suzy-ah’ ucap seseorang disebrang sana
“Ne, Jieun-ah kenapa kau menelfonku pagi – pagi?” tanya Suzy langsung
‘Ya, cepat berangkat! Tidak biasanya kau jam segini belum berangkat.’ Jawab Jieun
“Arraseo, ini aku segera berangkat. Kau ini cerewet sekali” kata Suzy kemudian memutuskan telfon secara sepihak. Setelah mematikan telfon dari Jieun barusan Suzy segera memakai sepatunya dan berangkat menuju sekolah.
“Ya! Bae Suzy!” kata seseorang kemudian berjalan menuju Suzy dan menepuk ppundaknya pelan.
“O.. Oppa?” ucap Suzy terkejut melihat siapa yang memanggilnya tadi.
To Be Continue
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar