Title : Love Letter
Author : Cho ErnGyu
Genre : Romance, Sad, Angst, School Life
Cast : Park Chanyeol
Yoo Ara
Byun Baekhyun
Rated : T
-Teaser-
Terlihat
seseorang sedang mengendap – endap memasuki ruang kelas XII-3, sesekali
dia melirik ke sekitar kelas takut ada yang mengetahui ‘aktivitas’nya.
Setelah yakin tak ada yang melihat dia segera meletakkan sesuatu ke
dalam laci meja pojok belakang dekat dengan jendela. Setelah meletakkan
kertas itu dia segera berlalu pergi dari kelas XII-3 menuju kelasnya
sendiri.
“Ya!! Berhentilah melakukan hal bodoh itu, kau
pasti menyadari dia tak akan pernah menjadi milikmu” Kyungsoo mencoba
menyadarkan sahabatnya itu tapi sepertinya perkataannya tak diindahkan
oleh sahabatnya.
'Hembusan angin perlahan datang, seperti cintaku yang akan selalu datang padamu dan menyejukkan jiwamu’
gadis itu tersemyum manis sambil terus memandangi secercik kertas di
tangannya, membuat teman di sampingnya melihat dia dengan tatapan aneh.
Dan sepasang mata itu terus mengamatinya dari jauh kemudian mengukir
senyumnya seperti gadis itu.
“Akan ku buat dia tak pernah menjadi milikmu” gumam pria itu kemudian berlalu pergi.
```0```
Seorang
namja berlari terburu – buru memasuki kelas XII-3, dia melihat sekitar
mencari sosok yang mungkin selama ini terus memenuhi relung hati dan
pikirannya.
‘Taman, tepat di angka delapan, kau bisa melihatku disana’ lagi – lagi gadis itu tersenyum setelah membaca surat itu, walaupun kali ini bukanlah kata – kata romantis seperti biasanya.
“Yoo
Ara, bisa bicara sebentar?” panggil pria itu, Ara mengalihkan
pandangannya, dia hanya menatap bingung dan masih terdiam di tempatnya.
Dan tanpa persetujuan Ara, pria itu menarik lengannya menuju ke gedung
belakang sekolah.
“Kau sudah menerimanya?” tanya pria itu memecah keheningan di antara keduanya
‘Menerima apa?’ pikir Ara
“Ku letakkan di mejamu tadi” lanjutnya
‘Ahh
mungkin kah surat itu? Aku selalu menerimanya, apa selama ini dia yang
selalu menulisnya untukku? Dan lagi hari ini dia menambahkan bunga lili
putih kesukaanku’
“Sudah” jawab Ara sambil menganggukan kepala seraya tersenyum manis
“Kau suka? Mauah kau menjadi gadisku?” tanya pria itu langsung
“Ne, tentu Byun Baekhyun” jawabnya yakin, Baekhyun pun memeluk Ara erat.
```0```
‘Sebuah
kecelakaan telah terjadi di daerah Gangnam pagi ini, korbannya adalah
seorang pemuda berusia sekitar 18 tahun. Dan menurut warga sekitar yang
melihatnya keadaannya sangat mengenaskan, dan sekarang pihak medis
sedang berusaha menyelamatkan pemuda itu.’
Prang!!
“ANDWEEE!!!”
Ara
menjatuhkan gelas yang sedang di pegangnya dan berteriak saat dia
melihat berita di tv barusan. Dia ingat, kemarin Baekhyun sempat
mengiriminya pesan singkat jika dia akan ke Gangnam untuk mengunjungi
neneknya yang sakit. Ara mencoba untuk menghubungi Baekhyun, tapi
sialnya tidak di angkat.
“Baekhyun-ah, ireonnaa!!!” teriak gadis itu saat melihat mayat kekasihnya. lagi – lagi sepasang mata itu mengawasi gadis itu.
```0```
‘Bintang
yang selalu bersinar kini telah redup, sang malam mengambil sebagian
cahaya yang dia miliki. Akankah bintang itu bersinar lagi?’ gadis
itu membaca kertas yang selau tersimpan di laci mejanya, tapi kali ini
tak ada senyum manis yang biasanya dia ukir di sudut bibirnya.
“Sebenarnya siapa yang menulis semua ini?” gumamnya
“Ara-ya, kau masih mendapatkan surat itu?” Ara hanya mengangguk pelan.
“Nayoung-ah, apa selama ini bukan Baekyun yang menulisnya untukku?” tanya Ara
“Molla” jawab Nayoung singkat
```0```
‘Jaga dia untukku, aku tau sebenarnya dia hanya mencintaimu. Aku tak akan pernah merebut kebahagiaanmu lagi mulai sekarang’ pemuda itu terus melamun di bangkunya, perkataan orang itu terus terngiang di telinganya.
“Baiklah, akan kuakui semuanya hari ini” ucapnya kemudian berlalu pergi.
‘Taman, tepat di angka delapan, kau masih mengingatnya? Aku akan menemuimu disana, datanglah’
“Ini kah waktunya aku mengetahui siapa dirimu sebenarnya? Aku akan datang” gumam Ara
Ara terus melihat ke sekeliling, dia lihat jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan 07.58 KST. ‘2 menit lagi aku akan mengetahuinya, orang yang mungkin benar – benar ku cintai’.
“Ara-ya” panggil seseorang, merasa ada yang memanggilnya Ara segera membalikan tubuhnya.
Dia sedikit terkejut setelah mengetahui siapa yang memanggilnya tadi.
“Jadi kau yang menulis semuanya?” tanya Ara setelah mereka saling terdiam.
“Ne, boleh sekarang aku jujur padamu? Aku tak ingin kehilanganmu untuk yang kedua kalinya” ucapnya
“Tentu” jawab Ara
“Semua
rasaku telah aku tulis di dalam kertas yang selama ini ku tinggalkan di
laci mejamu. Aku yang selama ini menuliskan kata – kata dikertas itu
Ara-ya” entah mendapat keberanian dari mana Ara langsung
memeluk tubuh pria yang ada di depannya itu membuatnya sedikit terkejut
tapi membalas pelukan Ara.
“Kenapa baru kau katakan
sekarang?” Ara merasakan debaran jantung orang yang sedang di peluknya
itu kemudian melepaskan pelukannya.
‘Baekhyun-ah’
“Yoo Ara, Saranghae.” Kata pria itu tulus
“Nado Saranghae, Park Chanyeol” jawab Ara di sambut pelukan dari Chanyeol.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar