Rabu, 23 Juli 2014
I Still Love You (Chapter 2)
Titlle : I Stil Love You
Author : Cho ErnGyu
Genre : Sad,Hurt –gagal semua –
Rating : PG-15
MC : Kim Myung Soo
Bae Suzy
OC : Baca aja nanti juga tau *lhoh
Warning: typo tersebar di mana – mana, alur kecepetan, cerita gak karuan, gaje gaje gaje story dan filed feel --v
Prolog :
Tak apa jika kau acuh padaku, sungguh aku tak apa dengan itu
Asalkan kau masih bisa ku lihat dan tak menjauh dariku, aku masih tetap bisa bertahan di sampingmu
Kumohon tetap disini dan jangan pergi, tapi jika itu tak mungkin, biarkan saja aku yang pergi menjauh darimu
Tapi kau harus tau satu hal, 'I Still Love You'
Selamanya akan seperti itu, tak ada yang bisa merubah perasaanku padamu
Saranghae – Bae Suzy.
Happy Reading….
Sebelumnya....
Suzy sedikit menautkan kedua alisnya sambil menengok ke arah Sunggyu sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Sungjong barusan.
“Aniyo Oppa, aku tadi bersama Sunggyu Oppa ke toko buku. Ku kira L Oppa pergi bersama Nayoung sunbae karna tadi aku sempat melihatnya di kelas bersama.” jawab Suzy jujur.
“Ahh begitu..”
Belum sempat Sungjong menyelesaikan kata – katanya sudah di potong oleh L.
“Sedang apa dia di sini? Kau yang membawanya hyung?” Kata Myungsoo pada Sunggyu, dan sekilas memberikan death glarenya ke arah Suzy. Suzy hanya bisa menundukkan kepalanya takut, memang seharusnya dia tidak menyetujui ajakan Sunggyu untuk kesini pikirnya.
Selanjutnyaa…..
Author pov
Semenjak kejadian di apart waktu itu sepertinya Myungsoo makin menghindari bertemu dengan Suzy, bahkan pernah suatu hari saat dia sedang jalan di koridor sekolah menuju ruang guru dan tidak sengaja Suzy berjalan berlawanan arah dengannya, Myungsoo memilih untuk berbalik agar tidak berpapasan dengan Suzy. Suzy menyadari perubahan Myungsoo itu, tapi dia bisa apa? Untuk menjelaskannya saja Myungsoo tidak mau bertemu dan mendengarkannya, bahkan Sunggyu yang sahabatnya pun ikut di acuhkan Myungsoo membuat Suzy merasa bersalah, karnanya Sunggyu malah ikut diabaikan.
“Mianhae Oppa, karnaku Myungsoo Oppa juga marah padamu” sesal Suzy saat dia tidak sengaja bertemu dengan Sunggyu di taman belakang sekolah.
“Gwaenchana Suzy-ah, lagi pula ini bukan salahmu. Bukankah waktu itu aku yang memaksamu untuk mampir ke apart? Jadi seharusnya aku yang meminta maaf padamu” jawab Sunggyu
“Gwaenchana Oppa” jawab Suzy sambil menyunggingkan senyumnya, tapi Sunggyu tau jika itu hanyalah senyum palsu yang selalu Suzy gunakan untuk menutupi kesedihannya.
“Mianhae Suzy-ah” sesal Sunggyu dalam hati
“Kalau begitu aku ke kelas dulu, akan aku usahakan agar semuanya kembali seperti awal Suzy-ah” ucap Sunggyu sambil menepuk pundak Suzy pelan kemudian beranjak pergi. Suzy hanya menatap kepergian Sunggyu dalam diam, ya setidaknya dia juga memiliki harapan yang sama dengan Sunggyu. Berharap semuanya bisa kembali seperti dulu, jika itu mungkin terjadi. Sepeninggal Sunggyu Suzy hanya duduk diam sambil menatap kosong beberapa murid yang lewat.
Author pov end
Jieun pov
“Yak kemana anak itu” gumamku kesal.
Dari tadi saat bel istirahat dia meninggalkanku begitu saja. Salahku juga sih karna mengerjakan tugasnya lama. Yak, ini aku harus mencarinya kemana? Kesal karna dari tadi tidak menemukan keberadaan Suzy.
Saat aku melewati taman belakang tiba – tiba langkah kakiku terhenti, melihat Suzy yang sedang berbicara dengan Sunggyu sunbae.
Karna jarak yang cukup jauh jadi aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, tapi aku yakin pasti sesuatu telah terjadi. Karna belakangan hari ini Suzy lebih terlihat pendiam dari biasanya. Segera aku mengambil ponsel di saku kemudian mengirimkan pesan singkat kepada seseorang.
“Ku harap kali ini bisa membuatnya lebih baik” harapku.
Aku berjalan mendekati Suzy saat kulihat Sunggyu sunbae pergi, kurasa pilihannya menerima pernyataan cinta Myungsoo sunbae memang salah. Buktinya sampai sekarangpun aku belum pernah melihatnya tersenyum bahagia karna hubungan mereka. Yang ada hanyalah air mata, sebenarnya beberapa kali aku sempat menyarankan kepada Suzy untuk mengakhiri hubungannya dengan Myungsoo, tapi dia tetep kekeuh mempertahankannya.
“Ya, ternyata kau disini? Aku mencarimu kemana – mana dari tadi. Kenapa kau meninggalkanku begitu saja” kataku sebal dan duduk di sebelahnya.
“Aish kau ini mengagetkanku saja dan kenapa kau cerewet sekali Jieun-ah, lagi pula itu salahmu terlalu lama mengerjakan tugas dari Sem tadi.” Jawabnya tak mau kalah.
“Kau kan tau aku paling susah mengerti pelajaran science” umpatku.
Kringg.... Kringg.... Kringgg
“Makanya jangan pacaran terus, belajar juga yang rajin. Kajja ke kelas jika terlambat bisa kena hukum Park Sem nanti.” Katanya sambil menarik tanganku. Aku hanya menurut saja, tak ingin membalas kata – katanya barusan. Entah kenapa aku merasa ada ‘kesedihan’ di balik kata – katanya yang baru saja dia ucapkan.
Jieun pov end
-skip time-
Suzy pov
“Suzy-ah, kau pulang sendiri tak apa? Aku ada janji dengan Donghyun Oppa” katanya sambil sedikit tersenyum memandangi ponselnya saat aku sedang mengemasi barang – barangku.
“Gwaenchana Jieun-ah, aku sudah besar jadi pasti bisa pulang sendiri” kataku masih memasukkan buku ke dalam tas.
“Gomawo Suzy-ah, kau memang sahabat terbaikku” katanya sambil mencium pipiku. Reflek aku menjauhkan tubuhku tapi tertahan karna ternyata dia juga merangkulku. (kayak di Dream High ya ‘-‘)
“Ya, hentikan Lee Jieun!!” kataku dengan suara agak keras. Untung saja di kelas hanya tinggal aku dan dia, kalau tidak?? Aishh bisa mati memalukan aku. *lebay lu
“Hahaha kajja” katanya kemudian berjalan mendahuluiku.
Hhh bahkan dia masih bisa tertawa. Bagaimana bisa aku mempunyai sahabat sepertinya. Sekilas aku mengusap pipiku yang tadi di ciummya.
“Dia memang sangat menyebalkan -_-“ umpatku kemudian menyusulnya.
Suzy pov end
Hakyeon pov
Saat sedang pelajaran, tiba – tiba saja ponselku bergetar. Aku abaikan saja lah, lagi pula sebentar lagi juga jam pulang.
Hhh~ akhirnya selesai juga pelajaran Kim Sem, tak taukah orang itu jika pelajarannya sangat – sangat membosankan -_-. *ckckck baby N
Saat aku sedang membereskan buku – bukuku tiba – tiba saja teringat saat pelajaran tadi sepertinya ada yang mengirim pesan padaku. Segera aku mengambil ponsel dan membaca pesan itu, aku tersenyum seketika setelah membacanya dan buru – buru memasukkan buku ku ke dalam tas.
-skip time-
“semoga saja belum pulang” gumamku sambil menunggu di depan gerbang.
Aku terus melihat ke dalam sambil mengamati beberapa siswa – siswi yang keluar.
“Kuharap kali ini dia mau pulang bersama denganku” harapku sambil melihat layar ponsel. Saat sedang menunggunya di gerbang tiba – tiba saja ponselku bergetar.
From: Jieun
To: Hakyeon
Oppa, sudah sampai? Aku dan Suzy sedang menuju gerbang sekolah.
Dengan segera aku membalas pesan dari Jieun.
From: Hakyeon
To: Jieun
Oppa sudah di depan, jadi cepatlah.
Oppa tidak nyaman dengan tatapan anak – anak sekolahmu, jika terlalu lama disini Oppa bisa mati di bunuh mereka mungkin -_-. *halah
Segera ku tekan tombol send sambil terus mengamati dalam sekolah.
“Ahh itu dia, akhirnya muncul juga. Tsk jika bukan karna ingin pulang bersama Suzy aku tak menginjakkan kaki di Kirin Art High School ini.” Umpatku saat melihat salah satu siswa menatapku dengan tatapan yang sangat menyebalkan.
“Annyeong N Oppa” sapa Jieun, kulihat Suzy sedikit terkejut saat melihatku berada di sini.
“Nado Jieun-ah” jawabku sambil tersenyum
“Apa kabar Suzy-ah?” tanyaku
“Baik Oppa, apa yang sedang Oppa lakukan disini?” tanya Suzy polos /?
“Mengajakmu pulang bersama, bolehkan?” tanyaku lagi.
Tinn.. Tinn…. Tinnn (anggep aja klakson motor –“)
“Ahh itu Donghyun Oppa sudah menjemputku, aku pulang dulu ne. annyeong~ Oppa, Suzy” pamit Jieun sambil melambaikan tangan ke arahku dan Suzy, kemudian berjalan menghampiri Donghyun. Sepeninggal Jieun ntah kenapa aku dan Suzy malah saling diam –“.
Hakyeon pov end
Author pov
Hakyeon dan Suzy masih berdiri di depan gerbang dengan pikirannya masing – masing. Mungkin karena sudah lama tidak bertemu rasanya jadi canggung, dan lagi sebenarnya Hakyeon memang menyimpan perasaan pada Suzy tapi berbeda dengan sosok di depannya itu, karna memang Suzy hanya menganggapnya seorang Kakak. Tanpa mereka sadari dari tadi ada sepasang mata yang terus mengawasi mereka berdua.
“Eumm. . Mau pulang sekarang?” tanya Hakyeon akhirnya memacah kesunyian di antara keduanya. *apadah –“
“Ne Oppa” jawab Suzy singkat sambil sedikit menganggukkan kepalanya.
Mereka akhirnya berjalan menuju halte sambil sesekali mengobrol meskipun masih sedikit terasa atmosfer kecanggungan diantara keduanya. Dan saat mereka menuju haltepun sepasang mata itu masih terus mengawasi dan tampa sadar ntah dari kapan tangannya sudah mengepal kuat menahan emosi.
~~0~~
Matahari pagi mulai menampakkan dirinya, mulai memberi cahayanya menerangi bumi untuk menggantikan tugas sang bulan. Suara kicauan burungpun ikut menambah cerahnya pagi ini. Cahaya matahari mulai masuk menyusup melalui celah jendela kamar Myungsoo yang masih tertutup rapat. Sedikit menyinari sang pemilik kamar yang masih tidur nyenyak dibalik selimut tebal hangat miliknya, membuatnya semakin malas untuk bangun dari mimpi indahnya. *mimpiin gue pasti :v
“Ya pemalas cepat bangun” teriak Sungjong saat masuk ke kamar Myungsoo. Tapi yang diteriaki masih setia dengan apa yang sedang dilakukannya sekarang (tidur).
“Kau mau terlambat masuk ke sekolah? Palli bangun Kim Myungsoo!!” teriaknya lagi kali ini sambil menarik slimut tebal yang membungkus tubuh Myungsoo.
“Ya!! 5 menit lagi Sungjong-ah, aku masih sangat mengantuk” jawabnya –sedikit– kesal dan menarik slimutnya kembali sampai menutupi kepalanya.
“Cepat bangun atau ku siram kau dengan air” ancam Sungjong, karena memang biasanya inilah cara yang paling ampuh untuk membangunkan si raja tidur ini. Tapi ternyata Myungsoo tidak bergeming dengan ancaman Sungjong barusan.
“Aishh. . . Kau benar – benar ingin ku siram ya!! Baiklah.” Ucap Sungjong frustasi sambil berjalan ke arah kamar mandi untuk melaksanakan niatnya. Tapi baru mencapai dua langkah tiba – tiba . .
“Ne, aku bangun. Sekarang kau keluar, aku mau mandi” kata Myungsoo dengan muka kesalnya sambil berjalan ke arah kamar mandi, sedangkan Sungjong hanya tersenyum bangga karna setidaknya Myungsoo terkena jebakannya lagi untuk ke sekian kalinya.
Skip time
Seperti biasa saat istirahat, Myungsoo dan yang lain pergi ke kantin bersama, tapi sepertinya ada sedikit perbedaan. Ya, semenjak kejadian beberapa minggu lalu Myungsoo memang belum memaafkan Sunggyu dan kalau Suzy sepertinya kalian semua sudah tau lah :v.
“Myungsoo-ya, kau masih tak ingin bicara denganku? Ya memangnya kenapa jika waktu itu aku mengajak Suzy ke apart kita?” tanya Sunggyu di sela makan siangnya
“Bisakah kau tidak membahas soal itu lagi hyung?” jawab Myungsoo datar.
“Aku tak akan berhenti sebelum kau memaafkanku dan Suzy” lanjut Sunggyu.
“Aku sudah memaafkanmu hyung, tapi untuk memaafkannya mungkin aku tidak bisa” kata Myungsoo kemudian meninggalkan sahabat – sahabatnya yang masih menyantap makan siangnya.
“Memangnya saat di apart Suzy ngapain hyung? Kenapa Myungsoo sampai begitu marah padamu dan Suzy?” tanya Kevin penasaran, karena diantara mereka hanya dialah yang tidak tinggal bersama /?. Akhirnya Sunggyupun menceritakan semua kejadiannya sampai dia meminta Suzy untuk mampir sebentar di apart mereka.
“Eh? Hanya seperti itu saja dia sampai marah berminggu – minggu padamu hyung? Tsk dasar aneh, aku jadi semakin kasihan pada Suzy, kenapa dia tidak memutuskan hubungannya saja jika berbicara atau bertemu dengan Suzypun tidak mau.” Oceh Kevin setelah mendengarkan cerita Sunggyu.
“Aku juga sependapat denganmu Kevin-ah, kurasa sifatnya itu sudah mulai keterlaluan sekarang” ucap Leo.
“Sudahlah, kasihan telinganya nanti memerah karna sering kita bicarakan haha” kata Woohyun mencoba membuat lelucon tapi malah mendapat tatapan ‘aneh’ dari yang lainnya dan membuatnya diam seketika. *kasiann
Author pov end
Suzy pov
Hh hari ini aku sungguh malas untuk pergi makan ke kantin lagi pula Jieun juga masih sibuk mengerjakan tugasnya, eumm dari pada suntuk di kelas sebaiknya aku mengajak Jieun ke perpustakaan saja, kurasa dia juga sedang membutuhkan beberapa buku untuk menyelesaikan tugasnya.
“Jieun-ah, mau menemaniku ke perpustakaan? Aku bosan jika istirahat hanya di kelas saja” ajakku pada Jieun yang masih berkutat(?) dengan buku – bukunya itu.
“Eh? Perpus? Heumm, baiklah aku juga membutuhkan beberapa buku sepertinya” jawabnya mantap sambil mengemasi buku. Aku berjalan mendahului Jieun, tapi saat baru beberapa langkah keluar dari kelas tidak sengaja aku berpapasan dengan Myungsoo Oppa. Reflek aku menundukkan kepalaku, takut menatap wajahnya apa lagi ntah ini hanya firasatku saja atau memang seperti itu. Tatapan Myungsoo Oppa makin menyakitkan jika ku lihat, kalau dulu aku bisa menahannya tapi entah kenapa kali ini tatapannya terlihat sangat tajam dan bahkan dia seperti sedang menatap pada musuh yang harus dia singkirkan bahkan mungkin dia hancurkan.
Dan seperti yang ku duga, dia hanya melewatiku tanpa pernah menyapa ataupun sekedar menunjukkan senyumnya padaku. Aku terus menatap tubuhnya yang semakin menjauh, rasanya kenapa sulit sekali bagi ku untuk mendekatinya sekarang? Seperti ada sebuah sekat tebal yang terus menghalangi jalanku saat ingin menggapainya.
“Ya Bae Suzy, berhentilah bersikap bodoh seperti itu saat di depannya. Tak bisakah kau terlihat biasa – biasa saja? Dan lagi kau tak perlu selalu menundukkan kepalamu itu saat kau berpapasan dengannya. Kau tau? Dia bahkan seharusnya tidak pantas untuk mendapatkan cintamu yang begitu tulus itu.” Celoteh Jieun yang entah sejak kapan sudah berada di sampingku. Aku hanya menatapnya, bingung untuk menanggapi perkataannya kali ini.
“Apa maksudmu Jieun-ah?” tanyaku yang memang bingung apa maksud ucapannya tadi.
“Kau tau maksudku kan? Myungsoo sunbae bukanlah namja yang tepat untukmu Suzy-ah. Masih banyak namja yang bisa membuatmu bahagia dan membuatmu benar – benar merasa berharga dan merasa di miliki.” Jelas Jieun. Aku hanya terdiam tapi sungguh aku tak menyukai kata – katanya barusan.
Dia bilang Myungsoo Oppa bukan namja yang baik untukku? Memang dia tau apa tentang hidupku sampai dia berbicara seperti itu?
“Geumanhae, Jieun-ah aku sedang tidak ingin berdebat denganmu jadi jangan teruskan lagi perkataanmu itu” kataku lirih
“Mianhae Suzy-ah aku hanya tidak tahan jika kau terus di perlakukan seperti ini olehnya, maaf jika perkataanku tadi membuatmu tidak nyaman. Eumm jadi ke perpustakaan tidak?” tanya Jieun mengalihkan pembicaraan.
“Tiba – tiba aku malas untuk ke perpus, kalau kau masih ingin kesana tak apakan pergi sendiri?” tanyaku
“Ahh ne tak apa, tapi kumohon jangan marah padaku. Aku hanya kesal saja tadi melihatnya seperti itu padamu” katanya dengan raut wajah menyesal.
“Ne Jieun-ah, kau kan tau aku memang tak pernah bisa marah terlalu lama padamu. Cepat sana selesaikan tugasmu sebentar lagi pelajaran Shin Songsaenim dimulai” kataku sambil melihat jam tangan yang melingkar di lenganku. Tanpa ku suruh dua kali dia sudah melesat menuju perpustakaan.
Suzy pov end
Author pov
Kringg.... Kringg.... Kringgg
Bel tanda akhir pelajaran pun berbunyi, dan tak membutuhkan waktu lama siswa – siswi Kirin Art High School segera berhamburan keluar kelas mereka masing – masing dan beranjak pulang ke rumah, tidak terkecuali gadis cantik bernama Bae Suzy dan sahabatnya Lee Jieun yang masih sibuk membereskan buku – bukunya ke dalam tas masing – masing.
“Kau pulang dengan Donghyun Oppa lagi Jieun-ah?” tanya Suzy disela kegiatan mereka berdua.
“Hehe ne Zy-ah, mian tadi tiba – tiba dia mengirim pesan dan memintaku menemaninya membeli kado untuk Dongsaengnya yang besok ulang tahun.” Jawab Jieun dengan wajahnya yang –sedikit – menyesal.
“Gwaenchana Jieun-ah, kalau begitu aku pulang dulu ne. Annyeong~” pamit Suzy keluar kelas sambil melambaikan tangannya pada Jieun.
Saat berjalan ke arah pintu gerbang Suzy melihat seseorang yang sepertinya dia kenal, karna penasaran dia segera melangkahkan kakinya sedikit labih cepat. Dan benar saja ternyata Hakyeon yang sedang berdiri di depan gerbang sambil memainkan ponselnya.
“Hakyeon Oppa?” sapa Suzy saat sampai di pintu gerbang.
“Ah kau sudah pulang? Mau pulang bersama denganku lagi?” tawar Hakyeon
Suzy terdiam sebentar –sedikit – mempertimbangkan tawaran sunbaenya itu. Perasaannya dominan untuk menolak ajakan itu, tapi ntah kenapa dia merasa tidak enak untuk menolaknya.
“Boleh Oppa” jawabnya setelah beberapa saat berfikir dan mempertimbangkan jawabannya.
“Kajja” kata Hakyeon sambil tersenyum kemudian berjalan selangkah mendahului Suzy.
“Eoh..??” Baru Suzy melangkahkan kakinya tiba – tiba saja ada seseorang yang menahan lengannya, membuat Suzy menghentikan langkahnya dan menoleh pada orang itu begitu juga Hakyeon yang berjalan di depannya.
To Be Continue
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar