Rabu, 23 Juli 2014
I Still Love You (Chapter 4 | END)
Titlle : I Stil Love You
Author : Cho ErnGyu
Genre : Sad, Hurt, Romance
Rating : PG-15
MC : Kim Myung Soo
Bae Suzy
OC : Baca aja nanti juga tau *lhoh
Ost : Suzy – I Still Love You
Kyuhyun – Just Once
Warning: typo tersebar di mana – mana, alur kecepetan, cerita gak karuan, gaje gaje gaje story dan maaf kalo feel nya gak dapet --v
Prolog :
Tak apa jika kau acuh padaku, sungguh aku tak apa dengan itu
Asalkan kau masih bisa ku lihat dan tak menjauh dariku, aku masih tetap bisa bertahan di sampingmu
Kumohon tetap disini dan jangan pergi, tapi jika itu tak mungkin, biarkan saja aku yang pergi menjauh darimu
Tapi kau harus tau satu hal, 'I Still Love You'
Selamanya akan seperti itu, tak ada yang bisa merubah perasaanku padamu
Saranghae – Bae Suzy.
Happy Reading….
Sebelumnya....
Bunyi ponselnya segera menyadarkan Suzy daari lamunannya tentang Myungsoo, Suzy segera mengambil ponselnya yang dia letakan di meja. Setelah mengetahui siapa yang menelfonnya dia segera menekan tombol hijau pada ponselnya.
‘Yeoboseo Suzy-ah’ ucap seseorang disebrang sana
“Ne, Jieun-ah kenapa kau menelfonku pagi – pagi?” tanya Suzy langsung
‘Ya, cepat berangkat! Tidak biasanya kau jam segini belum berangkat.’ Jawab Jieun
“Arraseo, ini aku segera berangkat. Kau ini cerewet sekali” kata Suzy kemudian memutuskan telfon secara sepihak. Setelah mematikan telfon dari Jieun barusan Suzy segera memakai sepatunya dan berangkat menuju sekolah.
“Ya! Bae Suzy!” kata seseorang kemudian berjalan menuju Suzy dan menepuk pundaknya pelan.
“O.. Oppa?” ucap Suzy terkejut melihat siapa yang memanggilnya tadi.
Selanjutnya…..
“Annyeong, kau sudah mau berangkat ke sekolah?” tanya orang itu sambil menghampiri Suzy tak lupa menyeret koper yang dari tadi dia bawa.
“N. . Ne, tapi kenapa Hyungsik Oppa bisa di sini? Sung Ho Oppa mana?” tanya Suzy mengamati sekitar.
“Aniya, aku hanya sendiri kesini, kau tau kan betapa sibuknya dia sekarang. Emm apa rumahnya di kunci? Aku ingin istirahat” tanya Hyungsik, Suzy hanya mengangguk kemudian menyerahkan kunci rumahnya.
“Ah iya, tunggu aku nanti pulang sekolah. Aku akan menjemputmu nanti. Oke Princess” kata Hyungsik sambil memamerkan wink-nya membuat Suzy terkekeh melihat tingkah sepupunya itu.
“Arraseo Oppa, kalau begitu aku berangkat dulu. Annyeong” pamit Suzy kemudian bergegas berangkat ke sekolah, sedangkan Hyungsik masuk ke dalam rumah dan segera beristirahat sebelum menjemput Suzy nanti siang.
Skip time
Suzy tengah berdiri di depan pintu gerbang menunggu Hyungsik yang tadi berjanji akan menjemputnya, tapi sudah 15 menit dia menunggu Hyungsik masih saja belum sampai di sekolahnya.
“Kenapa kau belum pulang Suzy-ah?” tanya seseorang sambil menepuk pundaknya pelan.
“Eh, Woohyun Oppa. Aku sedang menunggu kakak sepupuku, tadi dia bilang akan menjemputku tapi sudah 15 menit aku menunggu dia belum datang juga” jawab Suzy mempoutkan bibirnya sedikit karena kesal.
“Ah begitu. Eum kudengar kemarin kau dan Myungsoo bertengkar. Gwaenchana?” tanya Woohyun hati – hati.
“Gwaenchana Oppa, kau tidak perlu khawatir” jawab Suzy dengan senyum manisnya.
Tinn.. Tinn…
Suzy dan Woohyun mengalihkan pandangannya melihat siapa yang datang. Dan tidak berselang lama namja tampan dengan kaca mata hitam keluar dari mobil melambaikan tangannya kepada mereka berdua walaupun lebih tepatnya itu di tujukan untuk Suzy.
“Hello Suzy, maaf sudah membuatmu menunggu lama.” Kata namja itu menghampiri Suzy dan Woohyun.
“Gwaenchana Hyungsik Oppa, aku hanya menunggumu selama….. 20 menit saja” ucap Suzy melihat jam tangannya sekilas membuat Hyungsik memamerkan deretan gigi putihnya.
“Namjamu?” taya Hyungsik melirik ke arah Woohyun.
“A… Aniyo, aku hanya sunbaenya” jawab Woohyun cepat membuat Suzy sedikit terkekeh.
“Kau ini asal bertanya saja Oppa, dia Nam Woohyun sunbae ku.” Kata Suzy memperkenalkan Woohyun kepada Hyungsik.
“O ow, sorry I don’t know. I’m Hyungsik, senang berkenalan denganmu Nam Woohyun.” Kata Hyungsik mengulurkan tangannya di sambut oleh Woohyun.
“Nado Hyung, panggil saja Woohyun” jawabnya sambil tersenyum.
“Oke, kalau begitu kita pergi dulu. Sampai bertemu lagi Woohyun, kajja Suzy” kata Hyungsik masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Suzy.
~~0~~
“Kenapa kita kesini Oppa?” taya Suzy saat Hyungsik mengajaknya ke sebuah pusat perbelanjaan.
“Hanya ingin berjalan – jalan sebentar. Kau kan tau aku sudah lama tidak ke Seoul” jawabnya santai.
“Tapi kenapa harus ke pusat perbelanjaan Oppa, kenapa tidak ke taman bermain saja” protes Suzy tapi tetap mengekor di belakang Hyungsik.
“Ishh, Sung Ho benar, ternyata kau lebih cerewet dari Ajumma Suzy-ah.” Ejek Hyungsik karena dari tadi Suzy terus saja protes. Dari dia yang menjemputnya lama padahal jelas – jelas dia memakai mobil, dan sekarang dia mengajaknya ke pusat perbelanjaan masih di protes juga.
“Mwo? Yak Oppa!!” teriak Suzy kemudian menghampiri Hyungsik dan memukul – mukul lengannya.
“Yak! Ampun Princess, kau tidak malu di lihat oleh mereka eoh?” kata Hyungsik menunjuk pengunjung yang memang sedang memperhatikan tingkah mereka berdua. Tersadar Suzy segera menghentikan aktivitasnya kemudian membungkukkan kepalanya meminta maaf dan menyeret Hyungsik pergi.
“Kenapa Oppa jadi menyebalkan seperti Sung Ho Oppa” gerutu Suzy ketika mereka berdua sedang menikmati makan siang di salah satu restaurant di pusat perbelanjaan itu. Hyungsik hanya mengangkat kedua bahunya kemudian melanjutkan makannya membuat Suzy hanya mengeram kesal.
“Ah iya, memangnya kau tidak ingin pindah ke Kanada bersama Ajumma, Ajussi dan Sung Ho?” tanya Hyungsik di sela aktivitas makannya.
“Ntahlah Oppa aku masih ingin berada di Seoul” jawab Suzy singkat
“Kau tidak kesepian tinggal di sini sendirian?”
“Eng kadang merasa begitu, tapi masih ada Jieun yang biasanya menemaniku di rumah” jawabnya lagi sambil menunjukan senyum manisnya, merekapun melanjutkan menyantap makanan yang ada di depan mereka hingga tiba – tiba ada seseorang yang menghampiri mereka.
“Apa perkataanku kemarin kurang jelas untuk kau pahami, Bae Suzy!” kata Myungsoo dengan penekanan di setiap kalimatnya, ntah sejak kapan dia sudah berada di sana.
“Myung..soo Oppa? A. . Aniya, ini tidak seperti apa yang Oppa pikir” jawab Suzy kaget melihat Myungsoo yang tiba – tiba menghampirinya, kini dia sudah beranjak dari duduknya, Hyungsik hanya melihat Myungsoo heran karena tiba – tiba dia datang dan marah pada Suzy.
Author pov end
Hyungsik pov
“Apa perkataanku kemarin kurang jelas untuk kau pahami, Bae Suzy!” tiba – tiba saja ada seorang namja yang menghampiriku dengan Suzy saat sedang makan bersama. Tapi yang ku heran kenapa dia datang – datang langsung memarahi Suzy? Apa dia namjanya?
“Myung..soo Oppa? A. . Aniya, ini tidak seperti apa yang Oppa pikir” jawab Suzy dengan ekspresi takutnya. Sepertinya dugaanku benar jika dia adalah Namjachingu Suzy, entah kenapa aku merasa tidak berhak ikut campur, tapi sungguh emosiku sudah memuncak saat melihat namja itu membentak Suzy seperti tadi.
“Kau hanya salah paham Oppa, dia..” kata – kata Suzy terpotong karna namja itu.
“Dia apa hah?! Kemarin aku melihatmu bersama namja di halte bus dan sekarang kau sedang makan bersama namja lain? Sebenarnya kau itu yeoja seperti apa Bae Suzy?” kata namja itu. Sungguh aku ingin menghajar mulutnya itu, seenaknya saja mengatai Suzy seperti itu. Tapi entah kenapa rasanya susah sekali untukku berdiri supaya bisa menghajar namja kurang ajar itu.
“Sungguh Oppa ini tidak seperti apa yang Oppa pikirkan, aku bisa menjelaskan semuanya” kata Suzy, ku lihat air matanya mulai mengalir membasahi pipinya baru kali ini aku melihat Suzy menangis seperti itu dan sungguh aku tak tega melihatnya.
“Kau pikir aku akan percaya setelah melihat semuanya?” katanya kemudian beranjak pergi.
“Gwaenchana?” tanyaku menghampiri Suzy, dia hanya mengangguk pelan. Aku memeluknya erat mencoba menenangkan dia dan saat itu juga aku meruntuki diriku sendiri, bagaimana bisa aku menanyakan itu padanya padahal aku tau pasti dia tidak sedang baik – baik saja saat ini.
“Oppa, bisa kita pulang sekarang?” ucap Suzy dengan suara seraknya. Aku hanya mengangguk menyetujui permintaannya.
Hyungsik pov end
Argghhh sebenarnya apa mau yeoja itu? Aku memang selalu menolak ajakannya karena aku masih marah, tapi kenapa dia malah berkencan dengan namja lain lagi – Myungsoo
Oppa kenapa kau tak pernah mau mendengarkan penjelasanku? Andai kau tau namja yang tadi kau lihat bersamaku adalah sepupuku. Ku mohon percayalah padaku oppa – Suzy.
~~0~~
Author pov
Sudah tiga hari ini Suzy tidak masuk sekolah, dan saat Jieun mencoba menghubungi Suzy ponselnya mati, begitu pula saat Jieun pergi ke rumah Suzy, sama sekali tidak ada tanda – tanda jika Suzy berada di rumah. Yang Jieun tau dari tetangga Suzy, katanya Suzy pergi bersama seseorang tiga hari lalu padahal setau Jieun, Suzy tinggal di sini sendiri sejak Neneknya meninggal satu tahun lalu, sedangkan kedua orang tua dan kakak laki – lakinya menetap di Kanada.
‘Apa dia pergi bersama Sung Ho Oppa? Tapi jika iya pasti Suzy memberi tahuku, dan sekarang dia malah menghilang. Sebenarnya dia kemana?’ kata Jieun dalam hati kemudian beranjak dari rumah Suzy.
Sedangkan di sisi lain yeoja berrambut hitam panjang yang tergerai lurus dengan paras cantik tengah duduk dengan bosannya tak tau apa yang harus di lakukannya, sudah satu jam lebih dia menunggu seseorang yang menurutnya menyebalkan itu, setidaknya untuk tiga hari terakhir ini.
“Ishh, kenapa dia lama sekali. Ini semua gara – gara Seung Ho Oppa, kenapa mereka selalu membuat keputusan sepihak yang mendadak, dan lagi kenapa dia harus melihat semuanya dan melaporkannya kepada Oppaku” gerutu yeoja itu sambil melihat sekeliling berharap orang yang di tunggunya segera muncul/?. Dan sepertinya dia sedang beruntung karena tak lama setelah itu orang yang di nantinya keluar dari sebuah ruangan mungkin sudah selesai dengan urusannya.
“Kita berangkat besok lusa Suzy-ah, ini semua yang kau perlukan.” Kata pria itu sambil memberikan amplop coklat besar kearah Suzy.
“Hhh~ tak bisakah menunggu sampai aku ujian kenaikan kelas nanti, Hyungsik Oppa?” keluhnya setelah menerima amplop itu.
“Kurasa sekarang waktu yang tepat Suzy-ah. Ah iya, itu amplop yang satunya berisi surat pindahmu. Kau tinggal memberikannya ke pihak sekolah besok, aku sudah mengurus semuanya. Kajja kita pulang.” Ajak Hyungsik kemudian beranjak pergi mendahului Suzy sedangkan Suzy hanya menghela nafasnya berat dan mengikuti langkah sepupunya itu.
skip time
Suzy terus memandang dokumen yang di pegangnya, dia masih ragu untuk menerima semua keputusan yang di perintahkan Orang tua, kakak serta sepupunya itu. Dan lagi, dia belum sempat memberi tahu masalah ini kepada Jieun, mungkin setelah pulang sekolah nanti dia memberi tahu Jieun tentang ini dan dia juga sudah siap jika harus dimarahi oleh sahabatnya itu. Dengan berat hati akhirnya Suzy berjalan menuju ruang Kepala Sekolah untuk menyerahkan dokumen kepindahannya itu. Saat dia keluar dari ruang Kepsek tidak sengaja berpapasan dengan Myungsoo, tadinya Suzy ingin berpamitan kepada Myungsoo tapi dia urungkan niatnya karena kekasihnya itu terus berjalan melewatinya seperti tak melihat dirinya.
“Oppa, kau benar – benar tak ingin mendengarkan semua penjelasanku?” gumam Suzy menatap punggung Myungsoo yang terus menjauh. Setetes air matanya turun saat mengingat kejadian kemarin, namun dengan segera dia menghapusnya dan beranjak ke kelasnya.
Sepertinya keberuntungan memihak kepada Suzy hari ini. Ternyata saat pelajaran musik kelasnya dan kelas Myungsoo dijadikan satu karena Shin Sonsaengnim sedang berhalangan hadir sehingga bisa dengan mudah Suzy melihat Myungsoo. Dia sempat melihat Myungsoo bercanda dengan teman – temannya membuat Suzy menyunggingkan senyumnya melihat semua itu. Tapi itu tidak berlangsung lama karena Ahn Sem sudah masuk ke dalam kelas dan pelajaran kali ini berlangsung cukup baik.
“baiklah, untuk yang terakhir tampil pada hari ini” kata Ahn Sem sambil mengamati setiap siswanya.
“Bae Suzy, silahkan ke depan” lanjut Ahn Sem.
“Ne? Jo neun?” tanya Suzy menunjuk dirinya sendiri di ikuti anggukkan kepala dari Ahn Sem. Dengan perasaan sedikit ragu akhirnya Suzy maju ke depan kemudian duduk di depan piano. Seluruh siswa memandangnya begitu juga dengan Myungsoo walaupun terkesan malas tapi dia tetap memperhatikan Suzy juga. Setelah menghembuskan nafas beratnya Suzy segera menekan tuts piano yang ada di depannya mencoba meresapi setiap nada yang keluar.
Beolsseo nunmuri anin jul almyeonseo wae jakku nunmuri
<p>Neol hyanghan maeumi jemeotdaero nareul nareul neoege bonaeneungeol</p>Neomu apeuda naman ireon gamjeongeul gatgo inneun ge
Niga nareul baraboji annneun ge
Ireon naega neon bulpyeonhagetjiman
Suzy melihat ke arah siswa, dia sempat melihat Myungsoo yang menatapnya kemudian melanjutkan bait lagunya.
Geuraedo saranghae neoreul saranghae
Dareun geon mollado naega neol wonhae
Dagagaryeo halsurok gakkawoman jilsurok
Domangchineun niga nal oeropge haneungeol
Nunmuri meomchuji anha anhayo
Meoreojimyeon andwae andwae andwaeyo
Domangchiji marajwo doraseoji marajwo naegeseo jebal
Untuk kesekian kalinya Suzy melihat ke arah siswa dan melihat Myungsoo yang masih menatapnya.
Seoro haengbokhaetdeon neomu johasseotdeon sigani seuchyeoseo
Jukdorok huhoehal geotman gataseo jigeum neoege nan halmari isseo
Geuraedo saranghae neoreul saranghae
Dareun geon mollado naega neol wonhae
Dagagaryeo halsurok gakkawoman jilsurok domangchineun niga nal oeropge haneungeol
Nunmuri meomchuji anha anhayo
Meoreojimyeon andwae andwae andwaeyo
Domangchiji marajwo doraseoji marajwo naegeseo jebal
Suzy memejamkan matanya, merasakan sakit di ulu hatinya yang entah sampai kapan akan sembuh dan terus mencoba berharap Myungsoo akan memahami apa yang ia rasakan lewat lagu yang ia nyanyikan.
Niga doraogo sipeul ttae geuttae naege dorawado dwae
Neol saranghanikka
Nal sarang an haedo naneun gwaenchanha
Neol bol su itdamyeon mwodeun nan joha
Saranghamyeon halsurok gipeojimyeon jilsurok
Meoreojineun niga naneun neomu duryeowo
Nunmuri meomchuji anha anhayo
<p>Meoreojimyeon andwae andwae andwaeyo</p>Domangchiji marajwo doraseoji marajwo naegeseo jebal
Suzy merampungkan lagunya dengan apik di sambut dengan tepuk tangan dari teman – temannya begitu juga siswa dari kelas Myungsoo. Dan Suzy baru sadar Myungsoo tak lagi duduk di bangkunya saat dia akan kembali ke tempat duduknya.
“Kau benar – benar keren Suzy-ah” puji teman sekelasnya yang hanya di jawab dengan senyuman oleh Suzy. Dia benar – benar tak ingin bicara sekarang, dia hanya takut kalau – kalau nanti dia malah mengeluarkan air matanya lagi.
Author pov end
Suzy pov
“Mianhae Jieun-ah, semuanya mendadak” kataku mencoba memberi penjelasan padanya, kulihat raut wajahnya –sangat – kecewa dengan keputusan ini. Sebenarnya bukan hanya dia yang kecewa aku juga tapi mau bagai mana lagi ini sudah menjadi keputusan keluarga ku.
“Kapan kau berangkat?” tanya Jieun dengan suara lirih.
“Besok” jawabku mencoba tersenyum, aku tak ingin menambah beban pikiran Jieun.
“Besok? Hh~ aku bahkan tidak bisa mengantarmu pergi, besok keluargaku ada acara” jawab Jieun lemas.
“Ya, kenapa kau terlihat lemas begitu? Kita kan masih bertemu saat liburan nanti. Jika aku tak ke sini kau yang harus ke Kanada” kataku mencoba manggoda Jieun, sungguh aku tak tega melihatnya seperti ini.
“Baiklah, jaga dirimu baik – baik di sana” ucap Jieun dengan senyumnya yang di paksakan. Aku mengangguk dan memeluk Jieun, aku pasti akan merindukannya, tingkahnya yang kadang konyol dan cerewetnya kkk~.
“Uljima” kataku menepuk – nepuk punggungnya pelan ketika ku dengar sedikit isakkan darinya, dia hanya mengangguk kecil.
~~0~~
Sudah setengah jam aku berdiri di sini, kakiku terasa kaku untuk melangkah dan juga masih ragu untuk masuk atau tidak. Aku takut Myungsoo Oppa masih marah padaku, bahkan kemarin saja setelah pelajaran musik selesai aku tak melihat dia di kelas. Kata salah satu teman sekelasnya dia pulang lebih awal karena ada urusan.
“Kau sedang apa Suzy-ah?” seketika aku membalikan tubuhku melihat siapa yang baru saja menepuk pundakku.
“Kevin Oppa? Oppa mengagetkan ku saja” ucapku mencoba menormalkan debaran jantung karena kaget dengan kedatangan Kevin Oppa yang tiba – tiba.
“Hehe mianhae, kau sedang apa? Mau bertemu dengan Myungsoo?” tanya Kevin Oppa lagi.
“Eum, tapi sepertinya tidak jadi”
“Wae? Eh? Kenapa kau berpakaian rapi? Mau pergi?” tanyanya lagi
“Ne Oppa, boleh aku menitipkan ini untuk Myungsoo Oppa?” kataku sambil menyerahkan surat yang ku tulis semalam, karna aku tau pasti Myungsoo Oppa masih tidak mau bertemu dan mendengarkan penjelasanku.
Suzy pov end
Author pov
“Kau sudah sampai di sini kenapa harus aku yang memberikannya?” tanya Kevin bingung tapi tetap menerima surat dari Suzy.
“Aniyo, Myungsoo Oppa pasti masih belum mau bertemu denganku. Lagi pula aku harus pergi sekarang” kata Suzy setelah melihat jam tangannya menunjukan pukuk 07.02 KST.
“Memangnya kau mau pergi kemana?” tanya Kevin penasaran.
“Kanada, Appa dan Eomma yang memintaku untuk pindah kesana. Kalau begitu aku pergi dulu Oppa, annyeong~” jawab Suzy kemudian masuk ke dalam taxi menuju bandara. Sepeninggal Suzy, Kevin masih terlihat shock mendengar penjelasan Suzy barusan. Dia tersadar saat tak sengaja seseorang menabraknya, dengan terburu – buru dia segera masuk ke dalam apart Myungsoo.
“Myungsoo-ya!!!” teriak Kevin saat sudah sampai di dalam apart.
“Kau ini kenapa Kevin-ah? Datang – datang langsung berteriak memanggil Myungsoo.
“Woohyun-ah, Myungsoo dimana?” katanya susah payah dengan nafas yang masih memburu.
“Wae?” tanya Myungsoo yang baru saja keluar dari kamarnya.
“Kau baca saja sendiri!” ucap Kevin ketus sambil menyerahkan surat dari Suzy dan beranjak duduk. Sedangkan Myungsoo hanya melihatnya aneh kemudian membaca surat itu.
To: Myungsoo Oppa
Annyeong Oppa, mianhae jika selama ini aku sering membuatmu kesal.
Sebenarnya aku ingin menjelaskan semuanya langsung kepada Oppa, tapi sepertinya Oppa masih enggan untuk bertemu denganku akhirnya ku putuskan untuk menulis surat ini.
Oppa, namja yang kau lihat bersamaku waktu di halte bus dulu dia adalah sunbaeku waktu di smp, dia memang menyukaiku tapi aku sama sekali tidak memiliki perasaan apapun kepadanya. Aku pulang bersamanya karena aku merasa tidak enak untuk menolak ajakannya. Aku hanya mencintaimu Oppa, percayalah padaku.
Dan soal namja yang sedang makan bersama denganku kemarin, dia adalah sepupuku yang baru datang dari Kanada. Oppa, Jebal percayalah padaku semuanya tidak seperti apa yang kau lihat.
Dan mungkin mulai sekarang kau tak perlu merasa tidak nyaman saat berada di sekolah, karna hari ini aku akan pindah bersama orang tuaku.
Apapun yang telah terjadi tidak pernah sedikitpun mengurangi rasaku kepadamu.
Myungsoo Oppa, Saranghae^^
Bae Suzy
“Sekarang kau puas? Tidak akan ada orang yang membuatmu merasa kesal dan tak nyaman lagi Kim Myungsoo!” hardik Kevin membuat yang lain menatap dirinya bingung, sedangkan Myungsoo hanya terdiam dengan kepalanya yang tertunduk.
“Kevin-ah, sebenarnya apa yang kau bicarakan?” tanya Sunggyu
“Kau tanyakan saja sendiri pada Myungsoo” jawab Kevin malas. Sunggyu menatap Myungsoo yang masih tertunduk, karena penasaran dia segera merebut kertas yang berada di tangan Myungsoo dan membacanya.
“Ini yang kau inginkan Kim Myungsoo? Kau sama sekali tidak berniat untuk mencegahnya?” tanya Sunggyu setelah selesai membaca surat dari Suzy.
“Jika kau benar-benar mencintainya kejarlah, cegah dia dan jangan biarkan dia pergi” kata Sungjong pelan sambil menatap Myungsoo. Myungsoo menatap sahabatnya satu persatu meminta pendapat, dan semuanya menganggukan kepala membuat Myungsoo segera mengambil kunci motornya dan segera menuju bandara.
“Apa dia tidak sadar? Dia pergi ke bandara dengan pakaian seperti itu?” tanya Leo heran melihat Myungsoo yang masih menggunakan baju tidurnya pergi ke bandara, sedangkan yang lainnya hanya menggelengkan kepalanya sambil menahan tawa mereka.
Author pov end
Myungsoo pov
‘Tuhan ku mohon kali ini saja berikan kesempatan padaku untuk memperbaiki kesalahanku pada Suzy.’ Pintaku dalam hati.
Setelah sampai di Incheon airport ku parkir motorku dengan sembarangan tak perduli dengan peringatan penjaga(?) disana. Tunggu….. Aku harus mencari Suzy kemana? Aish sialan kenapa tadi aku tidak menanyakannya pada Kevin? Ku dengar pengumuman pesawat yang menuju Kanada akan segera berangkat, mungkinkah Suzy pergi ke Kanada? Ah, iya aku baru ingat bukankah di surat tadi Suzy memang menuliskan dia akan ke Kanada. Dengan secercah harapan aku berlari menuju pintu pemberangkatan, dan saat itu juga ku lihat seorang yeoja –seperti Suzy – melangkah memasuki pesawat.
“Suzy-ah, gajima!!” aku berteriak berharap Suzy mendengarku, tapi sepertinya dugaanku salah Suzy sama sekali tidak mendengar teriakakanku barusan. Aku mencoba untuk menrobos masuk tapi sialnya aku malah di cegat oleh petugas bandara.
“Suzy-ah, jebal gajima!!” tapi lagi – lagi dia tak mendengarku.
Aku terlambat, Suzy sudah pergi sekarang. Seharusnya dari kemarin aku memberitau perasaanku yang sebenarnya pada Suzy. Sungguh aku tak sanggup lagi meanahan tangisanku, tak perduli aku ini namja yang jelas hatiku saat ini benar-benar sakit karena kehilangan orang yang aku cintai dan bodohnya aku belum sempat untuk memberitau perasaanku ini padanya. Entah berapa lama aku menangis di depan pintu pemberangkatan ini, tak mempardulikan protes dari penumpang yang akan masuk.
“Ya! Kim Myungsoo apa yang sedang kau lakukan di situ?” kata seseorang.
“Ck, Kim Myungsoo apa kau tidak lihat orang-orang ini akan masuk hoh? Kau membuatnya menjadi antrian panjang tau, cepatlah bangun” ucapnya lagi, tapi tak ku pedulikan.
“Tsk! Jinjja. Ya! Myungsoo Oppa, cepat bangun kau tidak kasian pada mereka?” katanya kesal.
Suara itu, kenapa aku tak menyadarinya dari tadi?? Aku segera beranjak dan melihatnya –orang yang tadi menyuruhku bangun –.
“Suzy-ah, K… Kau benar – benar Bae Suzy? Aku sedang tidak berhalusinasikan?” ucapku menatap yeojaku yang kini berdiri tepat di depanku.
“Apa aku seperti bayangan untukmu Oppa? Karna itukah kau tak pernah melihatku?” katanya lagi.
“Jadi kau benar – benar Bae Suzy, Yeojacingu ku?” tanya ku lagi.
“Ne Oppa” jawabnya di sertai anggukkan kepala dan tak lupa senyum manisnya. Aku segera menghampirinya dan memeluknya erat, sungguh aku tak ingin melepaskannya, aku terlalu takut untuk kehilangannya lagi.
“Uhukk! Oppa, aku tidak bisa bernafas” katanya sambil memukul lenganku pelan, tersadar akupun melepaskan pelukannya.
“Mi. .Mianhae Suzy-ah” jawabku menggaruk tengkuk yang sebenarnya sama sekali tidak gatal.
“Gwaenchana Oppa, tapi….”
“Wae?” tanyaku heran.
“Kenapa Oppa berpakaian seperti itu?” tanya Suzy sambil melihatku dari atas sampai bawah, aku juga mengikuti arah pandangnya dan saat itu juga aku tersadar jika aku masih menggunakan pakaian tidurku.
‘Tsk, kau benar – benar memalukan Kim Myungsoo’ runtuku dalam hati, dan entah mendapat keberanian dari mana aku menarik dagu Suzy dan menciumnya sekilas. Kulihat dia hanya terdiam menatapku.
“Saranghae” kataku sambil tersenyum kepadanya.
“M.. Mwo?”
“Bae Suzy, Saranghae”
“Nado Oppa” balasnya. Ku kecup lagi bibirnya dan kutarik tubuhnya lalu kudekap erat. Kau tak akan pernah ku lepaskan lagi Bae Suzy, sampai kapanpun.
–The End –
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar